Khalifah Utsman bin Affan (23-36 H/644-656 M)
Khalifah ketiga yaitu Utsman bin Affan, Nama lengkapnya ialah Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah dari suku Quraisy. Ia memeluk Islam karena ajakan Abu Bakar, dan menjadi sahabat dekat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. pada waktu itu. Ia sangat kaya namun tetap sederhana dan sebagian besar kekayaan nya digunakan untuk kepentingan Islam. Ia juga mendapat julukan zun nurain, artinya yang memiliki dua cahaya, karena menikahi dua putri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam secara berurutan setelah salah satu meninggal.
Utsman bin Affan masuk islam pada usia 34 tahun. Berawal dari kedekatannya dengan Abu Bakar beliau dengan sepenuh hati masuk islam bersama Thalhah bin Ubaidillah. Meskipun masuk islam nya mendapat tantangan dari paman nya yang bernama Hakim, namun Utsman tetap pada pendiriannya. Hakim sempat menyiksa Utsman dengan siksaan yang amat pedih. Siksaan terus berlangsung hingga datang seruan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. agar orang-orang Islam Berhijrah ke Habsyi.
Pada saat itu Setelah melakukan perjuangan dalam menyiarkan agama Islam pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Utsman berpindah ke negeri Habsyi bersama istrinya (Ruqayyah). Setelah itu ia berpindah lagi ke negeri Madinah. Setiap peperangan ia selalu hadir bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali pada perang badar yang besar itu dikarenakan ia tinggal di madinah dan harus menjaga istrinya (Ruqayyah) yang sedang sakit keras. Pada masa pengiriman bala tentara ke tabuk di musim susah, ia telah mengeluarkan harta bendanya yang tidak sedikit. Menurut riwayat Quthadah, barang-barang yang didermakan oleh Utsman adalah tidak kurang dari 1000 pikulan unta. Salah satu kedermawaan Utsman yaitu membeli sumber mata air (sumur raumah) dari orang yahudi yang disedekahkan untuk seluruh kaum muslimin ketika mendapati musibah dalam kesukaran Air dikota madinah.
Utsman adalah orang yang menuliskan wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul pada masa pemerintahan Abu Bakar hingga sampai pada zaman pemerintahan Umar, Utsman tetap menjadi penulis yang Utama. Utsman dipercaya untuk memegang kumpulan surat-surat penting dan rahasia-rahasia besar.
1. Terpilihnya Utsman Menjadi Khalifah
Pasca Umar bin Khattab wafat, orang-orang yang dipilih Umar sebelumnya (pada saat sakit) membentuk sebuah tim formatur yang terdiri dari enam orang calon untuk diangkat sebagai khalifah baru, yaitu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Abdullah.20 Adapun tim formatur ini dikepalai oleh Abdurrahman ibnu Auf dan mereka berkumpul dalam salah satu rumah selama tiga hari pemilihan ini hanya mempunyai hak pilih, dan tidak berhak dipilih. Melalui persaingan yang agak ketat dengan Ali, sidang Syura akhirnya memberi mandat kekhalifaan kepada Utsman. Masa pemerintahan Utsman ialah merupakan masa pemerintahan terpanjang yaitu selama 12 tahun (24-36 H/644-656 M), tetapi sejarah mencatat tidak seluruh masa kekuasaannya menjadi saat yang baik dan sukses baginya. Para penulis sejarah membagi zaman pemerintahan Utsman menjadi dua periode yaitu enam tahun terakhir merupakan masa kejayaan pemerintahannya dan tahun terakhir merupakan masa pemerintahan yang kurang baik.
Utsman menjabat sebagai khalifah pada usia 70 tahun hingga usia 82 tahun. Masa kekhalifahan Utsman adalah yang paling lama diantara ketiga khalifah lainnya.
2. Pencapaian pada masa Khalifah Utsman bin Affan
Pada masa khalifah Utsman bin Affan terdapat ketidakseragaman qira’at dan menimbulkan perpecahan, sehinga pada saat itu dipandang perlu untuk ditertibkan. Orang pertama yang mensinyalir adanya perpecahan adalah sahabat Huzaifah ibnu Yaman. Kemudian Huzaifah melaporkan kepada Utsman agar segera mengambil langkah-langkah untuk menertibkannya. Usul ini diterima oleh Utsman dan beliau mengambil langkah antara lain: Meminjam naskah yang telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit pada masa Abu Bakar yang disimpan oleh Hafshah binti Umar. Kemudian membentuk panitia yaitu Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa’id ibnu Ash, Abdurrahman ibnu Harits. Utsman memberikan tugas kepada mereka untuk menyalin kembali ayat-ayat Al-Qur`an dari lembaran-lembaran naskah Abu Bakar sehingga menjadi mushaf yang sempurna.
Sehingga pada akhirnya, seiring berjalannya waktu para panitia berhasil mengumpulkan dan menghimpun semua Al-Qur`an kedalam sebuah mushaf yang dikenal dengan sebutan Mushaf Usmani. Sesuai dengan tujuan awal pengumpulan dan penghimpunan ini untuk mempersatukan semua umat islam yang sempat terpecah belah karena adanya perbedaan dalam pembacaan ayat Al-Qur`an, maka khalifah Utsman bin Affan memerintahkan kepada semua gubernurnya untuk menghancurkan semua mushaf yang ada ditengah-tengah masyarakat dan digantikan dengan Mushaf Usmani.
Selain itu khalifah Utsman juga begitu menjunjung tinggi nilai keadilan dalam memutuskan suatu perkara hukum, seperti ketika beliau menganjurkan kepada petugas-petugas qadhi nya yang berada di daerah untuk menjalankan tugasnya agar mereka selalu berlaku adil demi terciptanya kebenaran. Sehingga beliau mengirimkan surat kepada petugas yang isinya adalah: “Maka sesungguhnya Allah menciptakan makhluk yang benar. Maka Allah tidak akan menerima juga kecuali dengan kebenaran. Ambillah kebenaran dan perhatikanlah amanah, tegakkanlah amanah itu dan janganlah kalian merupakan orang yang pertama kali meniadakannya, Maka kalian akan merupakan kongsi oarang-orang sesudahmu, Penuhilah! Jangan kalian berbuat aniaya kepada anak yatim piatu dan begitu juga yang berbuat aniaya kepada orang yang engkau mengikat janji kepadannya”.
Sementara pencapaian beliau tidak sampai disitu, bahkan beliau meninggalkan jejak peradaban yang bermakna dalam kehidupan manusia saat itu hingga sekarang, antara lain:
a. Membudayakan sistem musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
b. Menyeragamkan cara membaca al-Qur’an yang ditandai dengan penyusunan ayat-ayatnya dalam satu mushaf.
c. Membangun fasilitas umum
d. Menertibkan administrasi pemerintahan dengan deskripsi pekerjaan yang jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar